Peluang Bisnis 2013 Budidaya Kelinci Hias

By crishna adi | At 19.08 | Label : | 2 Comments

Peluang Bisnis 2013 Budidaya Kelinci Hias 



Beternak kelinci hias untuk tahun 2013 punya prospek yang cerah, harganya bisa mencapai 10 kali lipat dari harga kelinci pedaging biasa. Jika hobi Anda berwisata kuliner, restoran dengan menu daging kelinci kian menjamur saat ini. Tekstur dagingnya yang lembut dan gurih makin digemari karena kolesterol yang terkandung dalam daging kelinci jauh lebih rendah dibandingkan daging sapi atau kambing, jadi lebih sehat jika dikonsumsi. Sebenarnya budidaya kelinci telah lama dilakukan banyak orang. Karena keuntungan beternak atau budidaya kelinci lumayan menggiurkan.

Pada umunya kelinci sudah siap kawin ketika berusia 6 bulan dan masa buntingnya bisa dibilang pendek, yaitu 29-31 hari. Sekali beranak bisa 4-12 ekor anak, ini sangat menguntungkan karena masa meraih untung akan lebih cepat. Seiring berkembangnya kelompok masyarakat pecinta binatang hias, hewan imut dan lucu bertubuh mungil dengan bulu lembutnya ini telah termasuk banyak diincar para pehobi. Ini sangat menguntungkan untuk peternak kelinci hias.

Rudy Hustamin seorang peternak kelinci, khususnya kelinci hias, menuturkan bahwa. “Lebih menguntungkan beternak kelinci hias karena bermain di dunia hobi. Jika berhubungan dengan hobi orang tidak pernah melihat uang, berapa saja akan dibayar. Kelinci Jenis New Zealand untuk konsumsi dilepas dengan harga Rp 10.000. Sedangkan kelinci hias jenis hotot dijual Rp.100.000,” ujarnya.

Biasanya kelinci hias mulai punya nilai jual setelah berusia 2,5 bulan. Dalam 1 tahun seekor indukan mengalami 3 kali masa kawin atau 3 kali bunting. Jadi, rata-rata sekali beranak melahirkan 5 ekor, berarti dalam 1 tahun menghasilkan 15 ekor. Harga berkisar jual Rp.75.000 sampai Rp.100.000 maka 1 tahun per ekor bisa untung hingga Rp 1.500.000. Masa hidup kelinci biasanya mencapai umur 4 tahun. Indukan yang sudah tidak lagi produktif masih punya nilai ekonomis, yaitu sebagai hewan potong untuk dikonsumsi atau dijual untuk aneka macam masakan.

untuk menyesuaikan selera konsumen, Rudy tak hanya andalkan satu jenis kelinci lokal, tapi juga mendatangkan beberapa jenis kelinci hias dari luar negeri, seperti angora, lop, hotot, rex, dutch, dwarf, lion, dan juga flemish giant. Bedanya, jika kelinci lokal bagian mulut dan telinganya lebih panjang, tubuhnya relatif lebih besar dengan bobotnya berkisar antara 2 sampai 3 kg dan biasanya terdapat pola-pola di atas bulu, kelinci jenis impor lebih punya banyak macam. Ada kelinci dengan jenis kuping turun, kuping kecil, dan lain sebagainya. Kelinci jenis hotot yang paling besar bobot tubuhnya hanya 1,5 kg. Tapi terdapat pula kelinci impor, yakni flemish giant, per ekor beratnya dapat mencapai 10 kg.

Dalam pemeliharaan, antara kelinci hias dengan kelinci lokal, yang sebagian besar hanya untuk keperluan konsumsi, tak beda jauh. Karena kelinci hias asalnya dari luar negeri maka perlu adaptasi dan perlakuan khusus. Kelinci hias lebih gampang mati, kelinci lokal tidak. Yang paling pokok, kebersihan kandang harus dijaga.

Tentunya ini adalah peluang usaha yang menarik di tahun mendatang yang bisa mendatangkan keuntungan yang menggiurkan. Selamat mencoba.

Budidaya Kelinci

By crishna adi | At 19.03 | Label : | 0 Comments


Kelinci, hewan yang lucu serta banyak menjadi kesayangan terutama anak-anak karena sifatnya yang jinak dan lucu ini ternyata adalah hewan liar pada awalnya. Kelinci sudah mulai dikenal manusia sejak ribuan tahun lalu. Banyak catatan sejarah yang menjelaskan tentang hewan yang satu ini. Diantaranya adalah catatan bangsa Phoenician (3000 SM), dijelaskan ketika melintasi sebuah pantai mereka melihat binatang yang mirip Rock Hyrax (Hyrax Syiriacus) atau yang dalam bahasa Ibrani dikenal dengan nama Shaphan yang berarti nakal, licin. Shaphan inilah yang sekarang kita kenal sebagai kelinci. Kelinci dikenal karena dagingnya yang lebih sehat, lebih lembut teksturnya, lebih rendah lemak dan kolesterolnya dibandingkan daging sapi atau kambing. Bulunya-pun bermanfaat untuk bahan pembuatan pakaian dan atau asesoris lainnya. Menurut seorang peternak kelinci yang sudah merasakan lezatnya bisnis budidaya kelinci pedaging, Mu’tasim Fakkih, S.E, M.M, kebutuhan akan daging kelinci saat ini berada diatas angin yang artinya jauh lebih besar dari pasokan yang ada dan akan terus bertambah. Jadi, menurutnya usaha budidaya kelinci pedaging memiliki prospek yang bagus dan potensi bisnis yang besar.

Mengenal kelinci pedagingUmumnya ada dua jenis kelinci yang kita kenal, yakni kelinci hias dan kelinci pedaging. Masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda dalam penanganan peternakan dan bisnisnya. Kali ini kita akan coba mengupas potensi bisnis kelinci pedaging. Mengapa ? Menurut Mu’tassim Fakkih kebutuhan akan daging kelinci masih jauh diatas pasokan yang sehingga peluang bisnisnya-pun masih sangat besar. Kelinci pedaging umunya berasal dari jenis yang bertubuh besar, pertambahan berat badannya cepat dan memiliki kualitas daging bagus. Diantara kelinci yang umumnya diternakkan sebagai kelinci pedaging ialah jenis Flemish Giant dan New Zealand (atau yang biasa kita kenal dengan Trewelu Australi).

Persiapan kandang kelinci pedagingPemeliharaan kelinci pedaging tidak jauh berbeda dengan kelinci pada umunya. Bisa dengan diliarkan pada area tertentu atau dikandangkan. Namun, jika bertujuan untuk usaha ternak disarankan untuk menggunakan sistem kandang. Kandang yang digunakan ada beberapa macam. Kandang baterai untuk indukan dan kandang koloni untuk anakan yang lepas sapih. Kandang baterai bisa dibuat dengan ukuran 70 x 80 cm dengan tinggi 60 – 70 cm. Sedang kandang koloni bisa dibuat dengan ukuran 1 x 1 m dengan tinggi 30 – 40 cm. Kandang koloni ini hanya digunakan sebagai tempat pembesaran anakan kelinci lepas sapih sampai usia +- 3 bulan. Celah pada alas kandang dibuat dengan lebar 1 – 1,5 cm agar kotoran bisa jatuh ke bawah tapi juga tidak membahayakan kaki kelici pedaging dengan kejadian terjepit atau terperosok. Kandang bisa dibuat bertingkat namun usahakan tidak lebih dari 2 tingkat sebab kelinci adalah binatang yang takut pada ketinggian.

Perkawinan kelinci pedagingKelinci yang hendak dikawinkan sebaiknya berusia diatas 6 atau 7 bulan. Cara mengawinkan adalah dengan membawa kelinci betina ke kandang kelinci jantan. Waktu yang baik untuk mengawinkan kelinci adalah pagi hari pukul 6 hingga 8 atau malam hari pukul 7 sampai 9 malam. Setelah kelinci jantan mengawini kelinci betina biarkan istirahat dan beri minum, angkat kelinci betina. Waktu istirahat ini antara 15 – 30 menit. Setelah itu ulangi kembali proses perkawinan 2 – 3 kali. Tanda bahwa kelinci betina bunting (perkawinan sukses dilakukan) adalah selalu menjauh bila didekatkan kepada pejantan. Masa kehamilan kelinci +- 30 hari, dan termasuk hewan yang produktif serta subur. Dalam sekali melahirkan, induk kelinci bisa beranak hingga 12 ekor anakan. Anak kelinci akan menyusu pada induknya hingga umur +- 45 hari, setelah itu anak kelinci bisa dipisah ke kandang koloni hingga usia +- 3 atau 4 bulan. Induk kelinci diistirahatkan +- 15 hari selepas menyusui kemudian bisa dikawinkan kembali. Artinya dengan siklus seperti ini, kelinci bisa melahirkan 3 – 4 kali dalam setahun. Anakan yang sudah berumur 3 atau 4 bulan mulai ditempatkan dalam kandang baterai.

Makanan kelinci pedagingSedikit berbeda dengan kelinci hias yang pemberian pakannya bertujuan untuk kualitas pertumbuhan bulu yang bagus, maka pakan untuk kelinci pedaging bertujuan untuk pertumbuhan daging yang bagus. Pakan utama kelinci adalah rumput lapangan (kecil-kecil), bisa ditambah dengan pakan buatan pabrik / pelet kelinci, ampas tahu dan sayur-sayuran. Metode pemberian pakan bisa dilakukan 2 kali sehari, yakni pagi sekitar pukul 9 atau 10 berupa pakan pabrik / pelet atau ampas tahu dengan sedikit rumput atau sayuran dan sore hari menjelang malam berupa rumput dalam jumlah besar, mengingat kelinci adalah hewan nocturnal yang aktif pada malam hari. Air minum diberikan setiap saat, usahakan selalu tersedia. Untuk indukan yang sedang menyusui bisa diberikan tambahan daun pepaya satu lembar setiap harinya. Pemberian kangkung sebaiknya dihindari dan wortel boleh diberikan paling banyak 3 kali seminggu.

Penyakit pada kelinci pedagingSatu hal yang menjadi momok bagi para peternak kelinci adalah penyakit. Kelinci dikenal sebagai hewan yang tidak tahan terhadap penyakit, artinya begitu terserang penyakit mudah mati. Berbagai penyakit yang biasa menyerang kelinci diantaranya; kudis, luka, jamur kulit, saraf, kanibal, cebol (pertumbuhan tidak normal) dan lain-lainnya. Tapi Mu’tassim Fakkih menyarankan agar para peternak tidak perlu takut, sebab sebenarnya penyakit-penyakit tersebut bisa di cegah dengan cara yang sederhana, yakni ; selalu menjaga kebersihan kandang dan pemberian pakan yang teratur. Untuk kelinci pedaging yang sudah terserang penyakit sebaiknya dipisahkan dari kelinci lain sampai sembuh untuk mencegah penyebaran kemudian diberi obat. Kandang tempat kelinci yang sakit juga harus dibersihkan.

Perhitungan usaha budidaya kelinci pedagingUsaha budidaya kelinci bisa dimulai dari skala kecil, menengah hingga besar. Dengan tingkat produktivitas dan kesuburan yang sangat tinggi, dari seekor indukan bisa menjadi 15 – 20 ekor selama setahun dengan asumsi anak hidup hingga dewasa 5 ekor dan melahirkan sebanyak 3 kali dalam setahun. Dengan tingkat harga daging kelinci yang sedikit lebih tinggi dibanding daging ayam kampung sekitar 27 ribu per kilogramnya, atau 17 ribu per kg berat hidup maka usaha budidaya kelinci pedagingsangat layak untuk dipertimbangkan menjadi pilihan ber wirausaha. Kelinci pedagingsiap potong biasanya berusia diatas 6 bulan dengan berat badan rata-rata 4 kg. Harga indukan flemish giant saat ini berkisar +- 200 ribu per ekor. Maka dengan modal 5 juta rupiah sudah cukup untuk memulai usaha budidaya kelinci pedaging dengan rincian untuk membeli 8 ekor indukan, 2 ekor pejantan, pembuatan kandang serta biaya operasional selama +- 8 bulan. Dengan asumsi setelah 8 bulan kita sudah bisa mendapatkan income dari penjualan kelinci hasil ternak.
Satu resep dan rahasia dari Mu’tassim Fakkih adalah kemauan untuk belajar dan belajar. Untuk itu Mu’tassim Fakkih aktif dan terbuka memberikan pelatihan dan konsultasi bagi para peternak kelinci. Jika Anda tertarik untuk memulai ber wirausaha di bidang ternak kelinci pedaging tidak ada salahnya untuk membekali diri dengan pengetahuan tentang ternak kelinci terlebih dahulu. Selamat mencoba dan sukses.

Cara Budidaya Lele Dumbo Kolam Terpal

By crishna adi | At 09.48 | Label : | 4 Comments

Cara Budidaya Lele Dumbo Kolam Terpal

Cara Budidaya Lele atau ikan apapun pada dasarnya kita harus memiliki bekal pengetahuan yang cukup pada ikan tersebut. Misalnya Lele, salah satu keluarga Catfish dengan aneka ragam jenisnya dapat hidup disemua tempat bahkan di tempat yang sangat ekstrem. Meski begitu bukan berarti saat proses budidaya bisa seenaknya sendiri, yang ada ikannya mati semua atau saling memakan (kanibal). Ya, ikan lele yang tidak dipisahkan dari antara yang kecil dengan yang besar dapat memangsa sesamanya sendiri. Ada beberapa jenis ternak lele yang populer di Indonesia yakni ternak lele dumbo, lokal, python dan sangkuriang.

Ikan lele termasuk salah satu ikan yang paling mudah dibudidayakan oleh sebab itulah banyak sekali saat ini peternak lele yang menambah kapasitas penangkaran. Sayangnya, keinginan peluasan wilayah harus di batasi oleh lahan yang sempit dan biaya yang pas-pasan. Solusi paling mudah adalah dengan cara budidaya lele di kolam terpal. Teknik ini sering disebut Lele terpal, jauh lebih hemat ongkos daripada harus menggali kolam dalam tanah atau membangunnya dengan semen.

Cara Budidaya Lele



Cara budidaya lele di terpal yang dibutuhkan hanyalah lahan dengan luas beberapa meter, pasokan air yang cukup, dan bambu yang kuat. Apakah lele dumbo bisa di ternak pada kolam terpal ? Jawabnya bisa. Bahkan saat ini sudah ada beberapa orang yang sukses budidaya lele dumbo pada kolam terpal. Hasilnya pun juga tak bisa dianggap remeh, malahan jika dikalkulasikan keuntungannya bisa berlipat karena di mengeluarkan modal awal yang besar seperti pada ternak lele dengan cara konvensional.

Cara Budidaya Ikan apapun jenisnya sebenarnya bisa mendatangkan keuntungn yang besar asalkan sabar dan penuh keyakinan saat budidaya. Tapi yang paling menarik memang budidaya lele. Ikan yang satu ini dapat diolah menjadi semua jenis masakan. Rasanya yang gurih dan leat membuat budidaya lele menjadi salah satu prospek bisnis yang lezat. Ikan lele dapat diolah menjadi pecel lele ( yang paling populer disemua lapisan masyarakat), abon lele, dan kulit dari lele dapat dimanfaatkan untuk membuat keripik kulit lele.

Ikan lele yang paling mudah atau cepat besar adalah lele dumbo. Meski tidak cepat - cepat amat paling tidak lele dumbo dapat dengan mudah hidup dan berkembang pada kondisi air yang sangat buruk. Sehingga sangat ekonomis dalam proses perawatannya apalagi ditambah dengan perawatan dilakukan pada terpal atau Lele Terpal.

Berikut ini akan kami jelaskan Cara Budidaya Lele pada Terpal yang dapat mendatangkan keuntungan pada peluang bisnis ternak lele.

Tujuan Budidaya

Pertama kali berfikir budidaya lele, sebaiknya tetapkan dulu budidaya apa yang akan Anda lakukan. Apakah ingin budidaya bibit atau untuk konsumsi. Seiring banyaknya peminat bisnis ternak lele maka makin besar pula permintaan bibit lele untuk untuk dikembangbiakkan. Oleh sebab itu, prospek pembibitan ikan lele juga menjadi salah satu peluang bisnis yang cukup baik. Sedangkan Lele untuk konsumsi kita harus memelihara sampai ukuran dan bobot tertentu. 1 KG isi 10 ikan lele biasanya untuk rumah makan sedangkan ikan lele dumbo ukuran 1 KG keatas dipasarkan pada kolam pemancingan ikan untuk lomba.

Sama halnya dengan permintaan Lele untuk konsumsi juga sangat besar. Bahkan warung makan yang berjualan pecek lele seringkali kehabisan pasokan ikan lele. Sebut saja warung makan yang ada di daerah Genteng Banyuwangi yang setiap harinya dipadati penggemar pecek lele. Tidak sampai jam 3 sore kadang lele sudah habis. Hal ini menandakan bila permintaan akan lele setiap harinya sangat besar. Perbedaannya adalah keperluan konsumsi proses pemeliharaannya cukup lama. Untuk menunggu dari ukuran bibit 5-7 cm hingga siap panen di butuhkan waktu kurang lebih 2 - 3 bulan itupun jika pasokan makanannya teratur. Untuk mensiasatinya agar tumbuh cepat, pilih saja ikan lele dumbo, jenis ikan ini lebih cepat tumbuh daripada jenis lele yang lain.

Proses Pembuatan Kolam Dari Terpal

Hal paling utama untuk membuat kolam terpal tak lain adalah lahan yang digunakan. Seberapa luas lahan yang Anda miliki menjadi salah satu faktor penting seberapa banyak kolam terpal yang akan Anda buat. Perbandingannya adalah 100 ekor ikan lele dibanding dengan ukuran kolam 2x1x0,6 meter. Ada dua teknik pembuatan kolam yakni kolam terpal di taruh pada galian tanah dan dari rangka kayu. Yang paling mudah pembuatannya adalah dari rangka kayu tapi yang paling awet dari galian tanah.

Cara Budidaya Lele

Isi kolam dengan air kurang lebih setinggi 40 cm untuk ikan lele dumbo ukuran 5-7 cm agar ikan tidak terlalu capek karena naik turun dari dasar kepermukaan kolam untuk mengambil oksigen. Seiring pertumbuhan ikan lele kedalaman air juga ikut bertambah. Sediakan juga semacam penutup agar ikan lele dapat bersembunyi. Berikan pakan setiap dua hari sekali akan tetapi lebih bagus jika pemberian pakan dilakukan dua kali dalam porsi lebih sedikit. Ada berbagai jenis pakan untuk ikan lele seperti pelet, bekicot, kerang, keong emas, rayap, dan lain sebagainya. Makanan alami tentu lebih baik sebab memiliki kandungan protein yang besar dan dibutuhkan oleh perkembangan ikan lele.

Meski lele tergolong ikan yang kuat tetap saja dapat mati bila kebersihan air kurang dijaga. Sebab lele juga rentan terhadap penyakit yang disebabkan oleh kotornya air. Paling tidak ganti kapasitas air 10 - 30 % dengan air yang baru. Selain itu juga jika terdapat ikan lele yang pertumbuhannya terlalu cepat dari temannya harus dipindahkan karena dapat memangsa lele yang ukurannya lebih kecil atau kalah saat berebut makanan.

5 Jurus Agar Usaha Franchise Cepat Balik Modal

By crishna adi | At 08.51 | Label : | 0 Comments

Siapa yang tidak senang jika usahanya menghasilkan keuntungan lebih cepat daripada yang diperkirakan sebelumnya? Untuk itu harus melewati titik BEP (Break Even Point) alias balik modal terlebih dulu. Rata-rata usaha umumnya diperkirakan akan bisa balik modal di akhir tahun kedua, walau begitu tergantung jenis atau bidang usahanya.
Jenis usaha di bidang makanan biasanya lebih cepat balik modal dibandingkan usaha di bidang lainnya. Makanya bidang makanan ini selalu menjadi favorit calon franchisee. Walau begitu persaingan usaha di bidang makanan pun sangat ketat. Tak jarang sesama franchisee bersaing sengit karena pengaturan teritori yang makin sempit. Akibatnya omzet usaha bukannya makin meningkat, malah makin turun.
Dalam situasi begini, bagaimana mau untung kalau balik modal saja susah? Nah, supaya lebih cepat balik modal, ada beberapa ide bisnis yang bisa dilakukan para franchisee.
1. Lokasi strategis
Tempat usaha atau outlet di pinggir jalan utama, di persimpangan, di sudut pinggir jalan, lalu lintas yang ramai, mudah dijangkau, mudah terlihat, punya tempat parkir memadai, adalah lokasi-
lokasi yang harus dipilih untuk menarik pembeli. Makin banyak pengunjung, makin besar kesempatan terjadi penjualan, makin besar omzet usaha, makin cepat balik modal.
2. Take over
Dibandingkan dengan merintis outlet baru, yang kemungkinan memerlukan waktu sampai orang mengenal tempat usaha Anda, mengapa tidak mempertimbangkan mengambil alih franchise yang sudah berjalan baik dari pemilik lama kemudian menjalankannya sendiri? Ini merupakan salah satu cara memastikan Anda akan segera mendapatkan pembeli. Dengan pelanggan yang sudah ada ditambah sedikit kreativitas dalam berpromosi, Anda akan mendapat pelanggan baru.
3. Beli hak waralaba utama
Jika memiliki dana cukup besar dan bertujuan untuk mengembangkan area bisnis di suatu daerah sasaran, Anda bisa mempertimbangkan membeli hak waralaba utama di daerah tersebut. Sehingga calon franchisee lain yang akan buka di sana harus seizin Anda. Cara ini akan menjamin teritori pengembangan usaha Anda tetap kompetitif di tengah persaingan usaha yang makin ketat.
4. Kontinuitas stok barang
Pelanggan dengan mudah beralih ke pesaing terutama sesama franchisee jika mereka tidak bisa mendapatkannya dari outlet Anda. Karena itu menjaga ketersediaan stok barang adalah keharusan untuk memastikan kelancaran penjualan. Makin tinggi penjualan makin cepat balik modal.
5. Efisiensi biaya
Dalam rumusan BEP maka biaya tetap (fixed cost seperti listrik, telepon, gaji karyawan, franchise fee, dan biaya tidak tetap (variable cost, seperti bahan baku) adalah faktor-faktor yang sangat menentukan cepat atau lambatnya balik modal. Dalam kaitannya dengan aneka biaya ini, cobalah menghemat pemakaian listrik, telepon, dan usahakan pilihfee waralaba yang realistis. Lebih baik kalau franchise fee dibayar tiap tahun ketimbang dibayar di muka. Artinya kalau sudah ada pemasukan usaha baru, bayar franchise fee. Kemudian mengoptimalkan cara kerja agar lebih produktif, dan mendapatkan bahan baku murah dengan kualitas yang baik. Semua upaya tadi akan membantu efiesiensi biaya. Artinya makin kecil biaya-biaya yang dikeluarkan, makin cepat balik modalnya.

Beri nilai tambah
Pelayanan memuaskan. Berilah nilai lebih pada outlet Anda. Jangan hanya terpaku pada konsep standar yang diberikan franchisor, tapi tambahkan juga keunikan pada gerai Anda. Selain itu, pemilik harus terjun langsung mengelola waralaba agar paham dengan kondisi bisnisnya. Sebelum terjun ke pengelolaan waralabanya, calonfranchisee perlu mempelajari betul sang franchisor. Oleh karena itu pilihlah yang sesuai dengan minat atau hobi, sehingga tidak terasa sedang bekerja tetapi melakukan sesuatu yang disukai.
Sebaiknya tidak terlalu bergantung pada sistem yang sudah ada. Biasanya, karena sudah mendapatkan SOP (standard operating procedure) dari franchisor, calon franchisee enggan mencari tahu lagi keinginan pelanggan seperti apa. Franchisee juga harus berupaya agar kinerja gerainya lebih baik daripada yang ditargetkan. Walaupun sudah ada sistem yang tinggal dijalankan dan memiliki pegawai untuk menjalankan sistem tersebut, paling tidak 2-3 hari sekali cek kondisi di masing-masing gerai. Dengan begitu, Anda tahu langsung masalahnya di mana, dan segera mencari solusi.
Ciptakan nilai tambah dari standar pelayanan yang sudah diberikan franchisor. Selama dikomunikasikan dan mendapat persetujuan franchisor, boleh-boleh saja kita membuat kejutan yang menyenangkan untuk pelanggan. Misalnya program diskon pada hari-hari istimewa, paket hemat, memberi gimmick berupa hadiah kecil. Yang pasti para pelanggan senang jika Anda perlakukan seperti raja. Pelanggan yang puas akan kembali lagi, mengajak siapapun ke gerai Anda. Itu artinya lebih banyak penjualan, omzet meningkat, makin cepat balik modal.

(Mike Rini Sutikno, CFP, Managing Partner MRE, Financial & Business Advisory)

Rahasia Mengembangkan Bisnis Franchise Makanan

By crishna adi | At 08.50 | Label : | 1 Comments

Rahasia Mengembangkan Bisnis Franchise Makanan

Bisnis Franchise Makanan memang booming pada 3 atau empat tahun lalu, kendati pada tahun-tahun ini sedikit meredup. Akan tetapi, dalam dunia bisnis, eksisitensi harus dibangun terus agar bisnis yang sudah di geluti tidak sia-sia. Waralaba pun terus berkembang dan kian menjamur, jika ada banyak waralaba Bisnis Franchise Makanan yang tumbang, itu lebih pada strategi bisnis yang kurang tepat.
Jika dulu hanya “segelintir” orang yang berbisnis waralaba, karena Bisnis Franchise Makanan kebanyakan berasal dari luar negeri dan membutuhkan dana sangat besar, kini Bisnis Franchise Makanan justru berkembang pesat.
Menurut Fauziah Arsiyanti, SE, MM, Dip. IFP., advisor lembaga keuangan First Principal FinancialSingapura, hal ini disebabkan orang yang membeli waralaba, yang disebut pewaralaba atau franchisee, tak perlu memulai usahanya dari nol.
Pewaralaba tinggal menjalankan usahanya berdasarkan manajemen dan peraturan yang ditentukan pemiliknya. Meski banyak yang melirik bidang lain, bisnis waralaba di bidang makanan, termasuk makanan tradisional, lebih banyak diminati. Sebab, kata konsultan yang akrab disapa Zizi ini, masyarakat Indonesia memang menyukai makanan tradisional.
Bisnis Franchise Makanan makanan tradisional tak selalu butuh modal besar. Zizi mengingatkan, tetap bersikap hati-hati dan selektif memilih waralaba, menjadi syarat utama sebelum memutuskan membeli waralaba. Jika ingin mulai menjadi pewaralaba, berikut ini poin-poin penting yang harus diperhatikan dalam memilih waralaba makanan tradisional:
Bisnis Franchise Makanan Harus Punya Hasrat
Memiliki hasrat untuk menjual makanan yang Anda inginkan juga menjadi modal penting. Untuk berbisnis retail (perdagangan eceran), memang harus menyukai bidang yang akan digeluti. Sehingga, kondisi usaha sedang naik maupun turun, Anda tetap tekun menjalaninya.
Bisnis Franchise Makanan Harus Melakukan Riset
Teliti dulu terwaralaba atau pihak yang menjual waralaba, yang disebut juga franchisor, yang Anda inginkan. Bandingkan dengan terwaralaba lain yang sejenis. Jangan membeli usaha dari terwaralaba yang tak jelas identitasnya. Jika perlu, cek ke lembaga waralaba yang ada di Indonesia. Jika memang terwaralaba tersebut resmi dan bagus, bisa dipastikan akan terdaftar di sana. Bila memang suka, barulah berunding untuk mendapatkan kesepakatan.
Bisnis Franchise Makanan Harus Rajin Melakukan Cek
Tak ada salahnya mengecek usaha terwaralaba yang Anda inginkan ke orang yang sudah lebih dulu menjadi pewaralabanya, baik yang masih berjualan maupun yang tidak. Tanya pendapat mereka. Meski satu sama lain belum tentu punya kepuasan yang sama, setidaknya Anda mendapat gambaran lebih.
Bisnis Franchise Makanan Harus Peka Terhadap Hak Cipta
Teliti lebih dulu hak cipta makanan milik terwaralaba yang sudah diincar untuk dibeli. Jangan sampai hak cipta yang diklaim olehnya, ternyata milik pihak lain dan akhirnya bisa bermasalah.
Bisnis Franchise Makanan Harus Dilihat Daya Tahan Mereknya
Jika Anda tak suka risiko tinggi dan kurang berjiwa bisnis, pilih terwaralaba yang sudah lama berjalan, setidaknya lima tahun, memiliki sistem kuat, misalnya memiliki banyak cabang dan manajemen bagus, serta bermodal besar. Usaha yang masih baru, belum cukup teruji menghadapi siklus roda bisnis.
Bisnis Franchise Makanan Harus Memahami Sistem Keungannya
Sebelum memutuskan membeli, periksa dulu kondisi keuangan terwaralaba. Jika perlu, minta bantuan akuntan publik atau pakar keuangan untuk membaca laporan keuangan terwaralaba.
Waspadai Bisnis Franchise Makanan yang Meminta Bayaran di Muka
Hati-hati bila terwaralaba meminta seluruh modal harus disetorkan di muka. Cari penyebabnya. Bukan tidak mungkin kondisi keuangan terwaralaba tidak bagus. Selain itu, kini banyak terwaralaba yang baru muncul, meminta modal di muka hanya karena ingin menarik initial fee (biaya yang diperlukan untuk memulai bisnis) dari pewaralaba, lalu kabur. Lebih baik, cari terwaralaba yang pembayarannya fleksibel. Artinya, pembayarannya bisa dilakukan bertahap.
Bisnis Franchise Makanan Harus Menyiapkan Cadangan Biaya
Saat usaha baru berjalan, biasanya perputaran modal belum berjalan lancar. Daripada usaha langsung tutup karena kekurangan modal, lebih baik sediakan dana cadangan. Menurut Zizi, pastikan memiliki modal yang cukup, setidaknya untuk tiga bulan ke depan. Jika membutuhkan Rp 10 juta untuk modal berwaralaba, misalnya, sebaiknya Anda mempersiapkan dana sebesar Rp 30 juta.
Turnover
Hitung berapa keuntungan per bulan yang didapatkan dari usaha waralaba ini. Jika hasilnya memang bagus, silakan melangkah lebih lanjut.
Inventory
Sebaiknya, pilih terwaralaba yang tidak membutuhkan banyak inventori, misalnya, mesin-mesin dan barang besar. Sebab, akan membutuhkan modal lebih banyak lagi. Lebih baik menjalankan usaha yang padat karya daripada padat modal.
Bisnis Franchise Makanan Harus Kreatif dan Disiplin
Meski semua ilmu dari terwaralaba sudah ditransfer pada Anda, tetap harus kreatif dalam mencari pelanggan, disiplin membuat laporan keuangan, dan menerapkan aturan main yang sudah ditetapkan. Jangan terlalu percaya diri, sebab membeli waralaba yang bagus bukan jaminan makanan Anda akan selalu laris, jika tak dibarengi dua hal ini. Namun, bukan berarti Anda bebas menjual hasil masakan kreasi sendiri tanpa seizin terwaralaba. Ingat, Anda membawa nama dan imej terwaralaba.
Bisnis Franchise Makanan Harus Melihat Popularitas Makanan
Agar laris, pilih waralaba yang menjual jenis makanan yang banyak digemari dan tidak terlalu sulit dibuat. Antara lain, mi, ayam goreng, daging sapi, soto, dan donat, atau kue. Selain itu, teliti lebih lanjut berapa orang pelanggan yang datang ke tempat terwaralaba yang Anda incar.
Bisnis Franchise Makanan Harus Mempunyai Kualitas yang Terjaga
Pembeli yang datang tentu mengharapkan makanan di cabang milik Anda memiliki rasa dan kualitas layanan yang sama dengan pemilik usaha aslinya. Jadi, kontrol terus kualitas makanan dan manajemen agar pembeli tak kecewa. Mutu daging dan cara membakar wijen, misalnya, harus sama dengan yang dijalankan terwaralaba. Oleh sebab itu, patuhi peraturan-peraturan yang sudah ditetapkan terwaralaba.
Kelola Sendiri Bisnis Franchise Makanan
Agar lebih terkontrol dan menghindari kecurangan dalam keuangan, kelola sendiri waralaba yang Anda beli, dan jangan diserahkan kepada orang lain.
Fenomena Bisnis Franchise Makanan: Perempuan Lebih Sukses
Di Indonesia, modal untuk membeli waralaba lebih kecil dibandingkan di luar negeri, yaitu Rp 10-400 juta. Uang itu sudah termasuk antara lain initial fee, renovasi, suplai, inventori, deposit biaya sebelum memulai bisnis, dan biaya pelatihan tenaga kerja. Setelah usaha berjalan, ada pula biaya royalti (royalty fee), yang besarnya 2-15 persen dari penjualan.
Mengapa perempuan lebih sukses berwaralaba dibanding pria? “Perempuan “terlahir” ahli bermanajemen, termasuk mengatur pembantu, keluarga, keuangan, dan lainnya. Jadi, saat terjun ke bisnis, dia juga ahli. Selain itu, dia punya insting bagus, cenderung hati-hati mengambil langkah dan patuh peraturan,” jawab Zizi.
Lalu, kapan perjanjian kerjasama waralaba dianggap batal? Menurut Zizi, bila salah satu pihak gagal memenuhi kewajibannya. Namun, bisa jadi ada kelonggaran dari pihak terwaralaba untuk hal-hal tertentu. Jadi, baca dengan teliti surat perjanjian kerjasama.
Soal pemilihan jenis makanan untuk waralaba, tergantung selera dan kemampuan. Sebagian pewaralaba lebih menyukai masakan alias makanan “berat”, sebagian yang lain memilih snack. “Lihat juga modal dan kemampuan. Jika modalnya kecil, lebih baik memilih makanan ringan.”
CIRI WARALABA YANG BAGUS
1. Memiliki sistem kuat dan bermodal besar.
2. Punya laporan keuangan yang rapi, mudah dibaca, dan tak dibuat berdasarkan karangan. Akan lebih baik bila dibuat oleh akuntan publik.
3. Tak sekadar menjual bisnisnya. Tak pelit membagi pengalaman selama menggeluti usahanya, memberikan saran pada pewaralaba soal lokasi yang bagus, ada standar pelayanan dan kontrol kualitas.
4. Menyediakan pelatihan sampai tenaga kerja yang bersangkutan mahir melakukan tugasnya.
5. Menyediakan alat-alat yang dibutuhkan, sehingga pewaralaba tidak perlu membeli alat yang mahal.
6. Menyuplai makanan atau bahannya, sehingga kualitas di semua pewaralaba tetap terjaga.
7. Jujur pada pewaralaba mengenai manajemen dan kondisi keuangan waralaba miliknya.

Tips Memulai Bisnis Makanan dengan Waralaba

By crishna adi | At 08.47 | Label : | 1 Comments

Tips memulai dan memilih bisnis makanan  melalui sistem waralaba (sebagai franchisee)di foodcourt yang persaingannya cukup tinggi, yang perlu diperhatikan yaitu:
  1. Karena sudah banyak yang menjual jenis makanan dan persaingan di foodcourt tersebut maka yang perlu disiapkan diawal adalah mindset dan mental sebagai seorang entrepreneur, siap menerima dan menjalankan tantangan yang ada, siap tidak menyerah dan mau bangkit lagi jika menemui kegagalan. Lalu pilihlah jenis makanan yang belum ada dan mempunyai keunikan dan perbedaan dari yang lainnya. Punya nilai kreatifitas dan innovasi dari jenis-jenis yang sudah ada dilingkungan tersebut.
  2. Jika ingin memulainya dengan memilih system beli franchise (waralaba/kemitraan) maka pelajarilah semua penawaran franchise yang diberikan oleh para franchisor (pemberi pewaralaba). Dan berkunjunglah ke para franchisee (penerima waralaba) yang sudah bekerjasama dengan franchisor tersebut, apa kiat sukses mereka sehingga bisa terus menjalankan system franchise yang dijalankan.
  3.  Sebagai calon franchisee, Anda juga harus mempelajari Peraturan Pemerintah RI No.42 Tahun 2007 tentang WARALABA. Di peraturan tersebut dijelaskan tentang kriteria usaha waralaba, hak dan kewajiban masing-masing franchisee dan franchisor, perjanjian kerjasama yang benar dan lain-lain.
  4.  Jika nanti sudah menjalankan usaha franchise, kita tidak bisa berharap akan berhasil tanpa kerja keras dari sang pemilik usaha. Kita sendiri harus aktif dan menjalankannya dengan sungguh-sunguh sesuai system yang diberikan oleh franchisor. Dan jangan sungkan-sungkan untuk meminta bantuan kepada pihak franchisor.
  5.  Bisnis makanan tentu harus memperhatikan mutu dari makanan yang diberikan sesuai system, untuk itu juga kita patut memberikan pembinaan dan pengawasan kepada para karyawan kita.
  6.  Ditengah persaingan yang ada di foodcourt tersebut, maka perlu adanya innovasi dan kreatifitas dalam memberikan promo-promo menarik setiap periodenya agar para pelanggan akan setia membeli di outlet kita.

Usaha Teh Segar

By crishna adi | At 08.41 | Label : | 1 Comments

Sudah sejak zaman dulu, teh sudah menjadi minuman yang digandrungi masyarakat Indonesia. Selain rasanya yang khas, konon minuman ini juga punya manfaat kesehatan bagi tubuh.   
Karena pasar yang nyaris tak terbatas, tidak heran banyak yang mencari peruntungan dari bisnis minuman teh. Malah, tak sedikit yang menawarkan bisnis ini lewat skema kemitraan atau waralaba.
Cuma, tidak semua kemitraan usaha minuman teh ini tak berkembang bagus. Maklum, kompetisinya sudah terbilang ketat.  Tanpa strategi pasar yang kreatif dan kualitas produk yang unik, sulit bagi pemain bisnis ini mengembangkan usahanya.
Dari tiga kemitraan minuman teh yang kali ini diulas KONTAN, terlihat ada tumbuh pesat, tapi ada pula yang tumbang di tengah jalan. Berikut ulasannya:  

Good Tea
Good Tea membuka tawaran kemitraan sejak Januari 2009. Usaha teh seduh yang berpusat di Depok, Jawa Barat, ini cukup berkembang pesat. Buktinya, saat ini Good Tea sudah memiliki lebih dari 7.000 mitra yang tersebar di 18 provinsi di Indonesia. Bukan hanya di dalam negeri, di Serawak, Malaysia juga sudah ada mitra yang membuka Good Tea.
Ketika KONTAN mengulas kemitraan ini pada 2010 silam, Good Tea baru memiliki 1.200 mitra. “Sekarang, untuk kawasan Jabodetabek saja sudah lebih dari 2.000 mitra kami,” ujar Anto Ismail, GM Pemasaran Good Tea.
Menurut Anto, faktor utama yang membuat bisnis Good Tea berkembang secepat kilat adalah berkat promosi di situs www.goodtea.biz. Anto bilang, sekitar 60% mitra mereka mengaku mendapatkan informasi mengenai Good Tea melalui situs itu.
Saking banyaknya mitra yang tertarik, beberapa mitra membuka booth di lokasi yang berdekatan. Padahal, menurut aturan, jarak antar mitra haruslah 300 meter. Tapi, ada beberapa booth yang jaraknya cuma 100 meter. “Selama mitra-mitra tidak bermasalah, kami masih membolehkan,” tuturnya.
Tahun 2010 silam, Good Tea memiliki lima paket kemitraan untuk ditawarkan ke mitranya. Paket itu antara lain, paket Silver A dengan biaya investasi Rp 4,5 juta, Silver B sebesar Rp 5,5 juta, Oaket Tricycle Booth Rp 7,5 juta, Mini Booth Rp 3,5 juta, dan Moving Booth sebesar Rp 6,5 juta.
Nah, sejak Juli 2012, Good Tea menambah paket investasinya yakni Motor Booth dengan biaya investasi sebesar Rp 4,5 juta dan Golden Booth Rp 8 juta. “Sudah lebih dari 100 mitra yang mengambil paket Golden Booth,” kata Anto. Tapi, paket yang paling banyak diminati mitra ialah paket Silver A dan paket Silver B.
Good Tea tak memungut biaya royalti. Namun, mitra diwajibkan membeli bahan baku dari pusat berupa bubuk teh senilai Rp 17.000 per kemasan 300 gram. Mitra juga harus membeli  gelas teh seharga Rp 19.000 per 50 gelas, dan sedotan Rp 17.500 per 350 buah.
Dari tiap kemasan bubuk teh 300 gram, mitra bisa menghasilkan 280 gelas minuman teh. Teh seduh Good Tea ini dijual dengan harga Rp 2.000-Rp 3.500 per gelas. Kalau bisa menjual minimal 70 gelas per hari, mitra diperkirakan sudah balik modal dalam tempo dua bulan.

Arbain Group
Pada Oktober 2010, KONTAN pernah mengulas tawaran kemitraan minuman teh dari Arbain Group. Kala itu, Arbain yang bermarkas di Solo, Jawa Tengah ini sudah memiliki 46 mitra.
Selang dua tahun kemudian, kini mereka sudah memiliki 74 gerai, enam diantaranya milik sendiri dan 68 gerai milik mitra yang tersebar di Solo, Bandung, Ciamis, dan Yogyakarta.
Sukarna Jundi, pemilik Arbain Group mengatakan, perkembangan bisnis kemitraan teh segar miliknya mengalami peningkatan karena tetap konsisten pada kualitas rasa. Agar rasanya tetap baik, maka Sukarna sangat selektif dalam memilih bahan baku. "Saya selalu mencari bahan baku yang berkualitas," ujarnya.
Teh buatan Sukarna ini memiliki rasa gado-gado. Ada rasa sepet, ada harum dan juga ada pahitnya. Menurutnya, paduan rasa teh tersebut menyesuaikan dengan selera lidah masyarakat.
Sukarna juga berusaha agar harga produknya tidak terlalu mahal. Maka itu, harga jual teh segar per gelas sejak 2010 tidak mengalami perubahan hingga kini yakni masih seharga Rp 2.500 per gelas.
Selain teh, Arbain Grup juga memadu usaha minuman teh ini dengan menu lain yakni popcorn. Harga popcorn yang dijual juga tidak berubah yakni masih Rp 3.500 per bungkus. Menurut Sukarna, paduan menjaga kualitas dan harga yang tetap miring itu yang membuat usahanya berkembang sampai sekarang.
Selain fokus pada kualitas dan harga, Sukarna bilang, waktu proses pengiriman produknya dari kantor pusat ke sejumlah mitra di daerah juga dijamin lancar dan cepat.
Ia berusaha mengirim bahan baku tempat waktu sehingga si mitra tidak menunggu lama dan kecewa. Sukarna juga aktif melakukan promosi melalui media sosial. "Saya juga berusaha juga agar tampilan booth yang saya buat lebih elegan sehingga menarik minat konsumen,"tuturnya.
Meskipun tidak mengalami kenaikan harga, tapi biaya investasi kemitraan mengalami peningkatan. Pada dua tahun lalu, Sukarna menawarkan paket kemitraan dengan nilai  investasi Rp 6,3 juta. Namun sekarang nilai investasinya sudah naik menjadi Rp 8,9 juta. Dengan membeli paket investasi sebesar ini, mitra akan mendapatkan dua gerobak dan peralatan untuk berjualan.
Sukarna juga tidak memungut biaya royalti fee dan franchise fee agar mitranya dapat meraup omzet dan balik modal dalam waktu cepat. Berdasarkan pengalaman selama ini, mitra dia umumnya sudah balik modal sesuai dengan target waktu yang dijanjikan. Bahkan ada mitra yang sudah balik modal dalam waktu dua bulan pasca beroperasi. Itu kalau si mitra bisa meraup omzet sekitar Rp 300.000 hingga Rp 400.000 per hari.

Teh Sofia
Teh Sofia berdiri pada September 2009 lalu di Surabaya, Jawa Timur. Konsepnya cukup unik karena teh seduh yang satu ini mengandalkan bunga rosella sebagai bahan baku dasarnya.
Teh Sofia juga menawarkan banyak rasa seperti susu dan madu. Kala itu, teh rasa orisinal dihargai Rp 2.000 per cup. Sedangkan teh rasa susu dihargai Rp 2.500 per cup dan teh rosella madu dijual Rp 3.000 per cup.
KONTAN pernah mengulas tawaran kemitraan ini pada Maret 2010 lalu. Kala itu, teh Sofia telah membuka lima gerai yang berlokasi di Surabaya dan Bali. Empat diantaranya milik mitra, dan satu gerai milik sendiri.
Namun, sejak awal tahun ini, tawaran kemitraan Teh Sofia tutup. Dyah Setyaningsih, pemilik Teh Sofia mengatakan, bisnis tehnya tak bisa lagi dikembangkan karena harga bahan baku rosella yang terus bergerak naik.
"Awalnya, harga rosella masih Rp 50.000 per kilogram, tapi akhir tahun lalu sudah mencapai Rp 150.000 per kilogram," tutur Dyah. Akibatnya harga jual teh jadi naik.
Maka, Dyah pun memutuskan menutup penawaran kemitraan Teh Sofia. Begitupun dengan empat mitranya juga menutup bisnisnya itu.

Sate Keong

By crishna adi | At 08.30 | Label : | 0 Comments

sate keong 300x183 Nikmatnya Rica Rica dan Sate KeongSATE KEONG / SIPUT
Setiap mendengar nama keong sawah yang terlintas pastinya hewan yang menjijikkan dan sering menjadi musuh petani di Indonesia. Namun, hewan yang satu ini sebenarnya bisa disulap menjadi masakan yang lezat, dan tentunya aman untuk disantap. Walaupun kebanyakan orang merasa takut mencoba karena empedu dari keong tersebut bisa membuat pusing. Namun, dengan teknik tersendiri dalam pengolahannya, racun dalam keong tersebut akan hilang serta tidak berbau amis dan berlendir.
Dalam membuat sate keong, ada tiga tahapan yang dilakukan agar cita rasa sate dan rica-rica keong lezat, tahapan-tahapan tersebut antara lain:
  1. Pertama, keong dibersihkan dan direbus agar keong mati dan mudah dilepaskan dari rumahnya, setelah itu empedu yang keras seperti batu didalam perut keong keluarkan. Jangan sampai lupa mengeluarkannya karena empedu itulah racunnya.
  2. Kedua, keong dipotong-potong lalu kembali direbus dengan air yang baru, bersama daun pandan, daun salam dan daun jeruk untuk menghilangkan lendir dan amis.
  3. Ketiga, setelah bumbu ditumis daging keong dimasukan. Rica-rica keong emas siap disantap. Sementara untuk membuat Sate Keong Emas hanya ditambah tahap ditusuk lidi lalu dicampur kecap dan merica.
  4. Dan masakan ini akan lebih nikmat ditemani teh rosela hangat. Tujuannya untuk menetralisir apabila ada yang alergi dengan zat yang terkandung didalam keong.
Bumbu-bumbu yang dipergunakan antara lain Bawang merah 6 buah, Bawang putih 5 siung, Ketumbar secukupnya, Merica secukupnya, Cabe merah secukupnya, Garam secukupnya, Sedikit Gula pasir, Kecap manis, Minyak goreng untuk menumis. Selamat mencoba menikmati rica-rica dan sate keong.

Sate Bebek

By crishna adi | At 08.26 | Label : | 0 Comments
Peluang Usaha Sate Bebek
Ingin sekali rasanya menyajikan tulisan, pengalaman, atau wacana yang bisa menggugah para pengunjung untuk menciptakan suatu peluang usaha dari komoditi ternak.
Nah, artikel berikut yang muncul ketika saya diundang ke Purwokerto dalam rangka demo produk (mesin penetas telur) dan tukar pendapat dengan salah seorang penetas di sana bisa menjadi inspirasi untuk anda dalam memulai usaha. Kali ini saya akan menyajikan sebuah artikel peluang bisnis kuliner dengan komoditi ternak itik. Ya, peluang tersebut adalah sate bebek (itik).
Muncul ketika saya dalam perjalanan pulang dari Purwokerto ke arah Banyumas, Wangon dan seterusnya arah Kebumen. Saya amati banyak orang yang berjualan sate bebek sehingga hal ini menarik perhatian saya di tengah-tengah keramaian penumpang lainnya. Seumur hidup saya belum terlintas dalam benak saya bahwa bebek bisa dibikin sate. Kalau sate ayam, kambing, sapi atau bekicot mungkin sudah akrab ditelinga kita, tapi sate bebek? Tak terbayangkan kan rasanya. Karena menurut penuturan masyarakat, daging bebek identik dengan rasa amis dan kerasnya. Tapi setelah saya cari informasi lewat teman, browsing ternyata sajian menu sate bebek bisa dijadikan peluang usaha baru dalam bisnis kuliner. Bagaimana prospeknya?
Dalam bisnis kuliner hanya berlaku rumus murah dan pas di lidah tanpa meninggalkan prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal). Kemudian aspek lain sebagai penunjang dan untuk memenangkan persaingan adalah faktor pemilihan lokasi, penataan ruang, menu andalan, kebersihan dan pelayanan. Anda ingat bisnis kuliner kebab turki, sate kuda, sate kelinci, sate hiu, es oyen, dan jenis lainnya yang popular di luar daerah asalnya? Makanan tersebut sebelumnya sangat asing bagi kita akan tetapi sekarang sudah sangat familiar. Dan ingat, kesibukan manusia semakin padat sehingga membeli makanan adalah alternatif jalan keluarnya. Oleh karena itu tidak ada salahnya mencoba memulai bisnis ini sebagai lapangan pekerjaan baru atau pekerjaan sampingan.
Kalo buat orang Jawa Timur seperti saya, pastinya sudah tak asing dengan sajian menu nasi bebek. Nasi bebek cuman berupa daging bebek yang digoreng kering, dimakan dengan nasi hangat plus sambel tomat plus trasi atau lebih enak lagi dengan sambal pencit (mangga muda). Banyak tempat terkenal baik di Surabaya atau Malang untuk bisa menikmati menu ini. Di Surabaya ada beberapa tempat yang terkenal seperti nasi bebek Yudi (di daerah Perak), nasi bebek kayu manis (Bratang), nasi bebek papin (pasar Pecindilan). Malang juga tak kalah terkenalnya, beberapa tempat nasi bebek terkenal seperti nasi bebek Tjohjoyo (Singosari), Lox café (stasiun kota baru), nasi bebek java (Soekarno Hatta) atau juga bebek presto (Sawojajar).
Nah, tidak ada salahnya untuk anda yang selama ini sudah menggeluti usaha kuliner dengan sajian menu utama nasi bebek menambah daftar menu anda. Anda bias menambahkan ke daftar menu tersebut seperti menu sate bebek, bebek kremez, bebek goreng manis, bebek goreng gurih, bebek oven, bebek panggang/bakar, rendang bebek, bebek presto dan sup bebek. Semakin menarik dan menggugah para pembeli untuk mampir kan ke warung anda?
Bebek jenis apa yang cocok dan enak untuk sate bebek Hampir semua jenis bebek bisa dijadikan menu atau masakan baik itu bebek afkir atau bebek muda yang masih berumur 2-3 bulan. Memang yang lebih terkenal sebagai bebek potong atau pedaging adalah jenis bebek peking yang berukuran besar. Tapi perlu anda ingat bahwa harga bebek ini masih sangat mahal dan biasanya hanya disajikan di hotel-hotel berbintang dan restoran. Tips nya adalah pilih bebek yang masih berumur muda sehingga dagingnya tak keras. Anda bisa mengusahakannya sendiri kalau dalam skala besar dan ingin kontinyu atau mengundang suplyer untuk memenuhi permintaan anda.
Tips agar daging bebek empuk dan tidak amis
Bagi anda pecinta dan penikmat daging atau menu bebek tidak perlu khawatir dan memikirkan rasa amis dan kerasnya. Karena masing-masing pengelola mempunyai cara tersendiri untuk menghilangkan kedua hal tersebut. Anda cukup datang dan pesan setelah itu anda sudah bisa menikmati menunya yang lezat. Untuk anda yang tidak suka jajan di luar dan ingin berkreasi sendiri agar daging bebek tidak amis dan keras ada beberapa tips.
Pertama untuk menghilangkan bau amisnya bisa diberi jeruk nipis, lalu diaduk hingga rata. Setelah itu diamkan kira-kira 10 menit kemudian rebus dan kasih beberapa tetes soda kue. Daging akan terasa lebih empuk dan bau amis akan hilang. Kedua, ada juga yang punya pengalaman agar daging bebek cepat empuk yaitu dengan memasukkan piring kecil (lepek = jawa) atau kadang sendok makan (tidak dianjurkan) ke dalam rebusan atau masakan. Ketiga, yang biasa digunakan banyak orang yaitu membungkus daging bebek tersebut dengan daun papaya agar empuk. Kelima, saya yakin anda punya trik tersendiri dalam mengatasi masalah ini.
Di bawah ini resep dan cara memasak sate bebek : Kami ambil dari : www.tabloidnova.com
Resep 1, Bahan : 300 gr daging bebek, potong-potong 1 sdm air jeruk lemon 1 sdt garam 1/2 sdt merica bubuk 2 sdm minyak goreng
Bahan sambal kecap (aduk rata): 200 ml kecap manis 1 buah tomat, buang bijinya, potong kotak 4 butir bawang merah, iris tipis 5 buah cabai rawit merah, iris tipis 1 buah jeruk limau, ambil airnya
Cara membuat: 1. Lumuri daging bebek dengan air jeruk lemon. Diamkan 15 menit. Cuci bersih. 2. Lumuri daging bebek dengan garam dan merica bubuk. Tusuk-tusuk di tusuk sate. 3. Bakar sambil dioles minyak goreng sampai matang. 4. Sajikan dengan sambal kecap.
Resep 2, Bahan : • 750 gr kacang digoreng, buang kulitnya, dihaluskan • 500 ml santan sedang kentalnya • 2 lembar daun salam • 5 lembar daun jeruk • 3 batang sereh • 5 siung bawang putih dirajang dan digoreng • 1 sdt garam • 2 sdm gula merah disisir • Kecap manis dan jeruk limo secukupnya. • Daging bebek untuk sate. • Potong dadu sesuai selera, tusuk dengan tusuk sate, bakar.
Cara Membuat : • Rebus santan hingga mendidih, masukkan sereh, daun jeruk, daun salam, bawang goreng, gula merah, garam dan kacang, masak sebentar. • Angkat, siap untuk disajikan dengan sate itik. • Bila ingin disajikan, sambal kacang beri kecap manis dan air jeruk sesuai selera.
Nah, sekarang sudah ada gambaran peluang bisnis baru. Sekarang terserah anda, mau mencobanya atau melewatkan begitu saja peluang ini. Atau malah ingin jadi penonton dengan menjadi pembeli setia? Tidak usah berkecil hati dan pesimis untuk yang tidak punya tempat atau warung. Anda pernah mendengar nama sate bebek cibeber? Dulu hanyalah warung kecil yang terletak disebuah gang kecil, hanya mampu menampung 10-an pembeli. Tapi sekarang selain sudah membuka cabang, pemiliknya juga sudah bisa membangun tempat yang lebih besar dan lebih permanen. Yang penting menu anda murah dan pas di lidah yakinlah akan di kenal orang baik dari mouth to ear or mouth to mouth. Selamat mencoba dan semoga sukses.

Sate Kelinci

By crishna adi | At 08.20 | Label : | 0 Comments

Peluang Usaha Sate Kelinci dan Gulai Kelinci

Peluang Usaha Sate Kelinci
Kelinci merupakan hewan mamalia dari famili Leporidae, dan bisa ditemukan di seluruh bagian bumi. Awalnya, kelinci merupakan hewan liar yang hidup di Afrika sampai daratan Eropa. Kelinci adalah hewan yang lucu dan disukai banyak orang mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Terdapat banyak jenis kelinci di antaranya Angora, Lyon, American Chinchilla, Dutch, English Spot, Himalayan, dan lain-lain.
Dalam perkembangan kelinci, kelinci yang  di budidaya kelinci sebagai hewan kesayangan seperti jenis Angora. Tapi saat ini banyak juga kelinci untuk konsumsi seperti himalayan dan lainnya. Daging kelinci berwarna putih seperti ayam dan memiliki serat yang halus serta mempunyai warna sedikit pucat. Rendahnya kandungan kolesterol dan natrium pada daging kelinci membuat aneka masakan daging kelinci banyak di suka orang. Kelinci memiliki daging dengan kadar glikogen tinggi dan kadar lemak yang rendah. Cocok untuk orang yang lanjutusia, memiliki penyakit jantung, obesitas maupun yang sedang berdiet. Daging kelinci dapat di olah menja i aneka kuliner seperti sate kelinci, gulai kelinci, sosis, bakso, nugget dan aneka kuliner lain.

Deskripsi Usaha Sate Kelinci dan Gulai Kelinci


Bahan Baku Sate Kelinci dan Gulai Kelinci
Bahan utama untuk usaha ini adalah daging kelinci, gunakan daging khusus pedaging karena harganya lebih murah dan jangan yang terlalu tua. Kualitas daging kelinci dapat mengalami penurunan dengan cepat bila tidak di olah dengan baik, di sarankan untuk membeli kelinci hidup dan memotongnya di tempat guna menjaga kualitas daging. Keuntungan daging kelinci terdapat pada tulang kelinci lebih tipis, dagingnya halus, dan seratnya pendek hingga mudah dikunyah.

Tempat Usaha Sate Kelinci dan Gulai Kelinci
Tempat yang cocok adalah di tengah keramaian dan di pinggiran jalan, pastikan lokasi usaha kecil ada mudah di akses dan memiliki tempat parkir yang memadai. Anda juga harus menyediakan tempat makan layaknya rumah makan pada umumnya.

Perlengkapan Usaha Sate Kelinci dan Gulai Kelinci
Perlengkapan usaha cukup banyak, selain alat masak, anda juga harus menyediakan meja dan kursi. Disarankan juga memiliki mesin pendingin chiler atau kulkas guna menyimpan bahan baku daging kelinci dan lainnya. Berikut perkiraan perlengkapan yang di butuhkan.
Perlengkapan UsahaHarga - Rp
2 unit kompor dan 2 unit tabung gas400.000 - 800.000
2 panci besar dan alat masak lain400.000 - 800.000
1 unit alat panggangan besar100.000 - 250.000
Peralatan makan250.000 - 500.000
Meja dan kursi500.000 - 900.000
Kipas angin kecil100.000 - 150.000
Kulkas atau chiler2.000.000 - 5.000.000

Karyawan
Anda membutuhkan karyawan minimal satu orang yang bertugas untuk melayani pembeli, sedangkan untuk bagian koki sebaiknya anda lakukan sendiri.

Promosi dan Pemasaran
Pemasangan spanduk besar dan papan nama mutlak di perlukan untuk mengenalkan usaha anda. Rumah makan yang menyediakan Sate Kelinci dan Gulai Kelinci masih jarang di temukan, anda harus mampu membuat inovasi agar konsumen semakin tertarik untuk mencoba Sate Kelinci dan Gulai Kelinci. Rasa yang lezat adalah promosi gratis yang tak terelakan dan membuat usaha anda dengan cepat di kenal. Anda juga harus dapat mengangkat kelebihan daging kelinci yang memiliki kolesterol rendah hingga baik untuk kesehatan. Berikan nama yang mudah di ingat bagi rumah makan Sate Kelinci dan Gulai Kelinci anda. Berikan pelayanan yang terbaik dan harga yang terjangkau bagi pelanggan anda.

Resiko Usaha
Resiko terbesar adalah ketersediaan bahan baku kelinci yang mungkin mengalami kelangkaan, harga kelinci yang kadang melonjak juga akan menjadi halangan bagi usaha anda. Untuk menyiasatinya anda harus memiliki beberapa pemasok langsung dari peternakan atau budidaya kelinci. Anda juga dapat memelihara beberapa ekor kelinci cadangan untuk keperluan satu minggu. Bagaimanapun peluang usaha Sate Kelinci masih terbuka dengan lebar dan terus berkembang menyusul semakin banyaknya orang yang menyukai daging kelinci.
Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. ZONApindy.blogspot.com - All Rights Reserved zonapindyB-Seo Versi 4 by Crishnaadi